Caci Maki Netizen Justru dari Postingan Capres



Jelang Pemilihan Presiden April 2019, "perang" di sosial media mulai berseliweran. Tak ada lagi kalimat nyaman jika dibacanya. Isinya "jotos-jotosan" melulu. Membacanya, seolah Indonesia sedang rusuh kalimat yang isinya umpatan. Cacian individu seakan sengaja dibiarkan begitu saja.

Siapa sebenarnya pembuat "onar" itu. Justru bersumber dari akun sosmed calon presidennya. Entah yang posting benaran capresnya atau tim suksesnya. Entah disengaja atau tidak peduli dengan kerusuhan di ranah sosial media?

Saya mengecek satu persatu akun Instagram resmi  milik kedua Capres. Yakni Joko Widodo dan Prabowo. Akun Joko Widodo; jokowi yang angka pengikut terakhirnya mencapai 17,8 juta. Tidak ada satupun akun yang diikutinya. Akun ini sudah memposting 1,146.

Sedangkan Prabowo Subiakto; Prabowo memunyai pengikut 3,1 juta dengan 1 akun yang diikuti adalah Partainya sendiri, Gerindra. Jumlah postingnya sebanyak 373.

Kita akan mulai dari Paslon 01, Jokowi. Akhir-akhir ini, Capres Jokowi banyak posting keramaian pendukungnya. Poto terakhirnya saat meresmikan  Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Postingan terakhir keramaian massa dengan menuliskan status, " Ribuan warga Banten tumpah ruah ke jalan-jalan dari alun-alun menuju Stadion Maulana Yusuf di Kota Serang, hari Minggu kemarin. Saya menembus kemeriahan serupa karnaval itu dengan kereta kuda.

Terima kasih, Banten.


Namun postingan yang paling banyak mendapat respon adalah foto Jokowi di podium mengenakan kaos putih berlatar pendukungnya. Postingan ini mendapat respon netizen sebanyak 1,437,259.


Yang ditulis Jokowi, " “PKI, antek asing dan aseng, anti-Islam, anti-ulama, akan melarang azan jika jadi Presiden, akan menghapus pelajaran agama.” Itu baru sebagian serangan fitnah dan hoaks yang ditujukan kepada saya dan mudah ditemukan di media-media sosial. Belum lagi fitnah dan hoaks yang sangat menghina, menyangkut keluarga saya.

Inilah yang saya terima dan diamkan setidaknya 4,5 tahun ini. Difitnah, saya diam. Dihujat, saya diam. Tetapi hari ini saya sampaikan: fitnah dan hoaks seperti itu, saya akan lawan!

Bukan untuk diri saya, tapi untuk kepentingan negara.

Kekuasaan tidak boleh diraih dengan menghalalkan segala cara. Tidak dengan memutarbalikkan fakta, apalagi mengarang cerita, atau menebar berita bohong yang ujung-ujungnya fitnah.

Sekali lagi, akan saya lawan!


Status seperti ini justru akan rawan terjadi konflik antar pendukung, khususnya netizen. Dengan status tersebut, saling serang netizen justru sangat riskan konflik. Tak ayal, netizen di status itu malah saling "berkelahi" kata-kata.

Saya akan ambil beberapa contoh saja pertarungan kata-kata dari  netizen.  Akun iis.niarty menuliskan,  mantappp prabowo mah recehh haahhaa bisa cuci otak manusia truss tu bpak kalin prabowo kenapa gak sekalian nanti diliburkan aja seluruh pekerja jangn cuma ank sekolh wwkwkw recehh bangt sih cuma cri poting suara aja sampek kek gitu pemimpin kek apa tu prabowo.

Selanjutnya, akun abahrofy menuliskan, Setuju kita lawan hoax. Lawan dengan bukti. Jangan hanya teriak2. Semoga bapak selalu sehat. Dan bisa membuktikannya sebelum 17 april 2019.

wahyudi_kurniawan_saja; Yes, apalagi jika selama 4,5 tahun berkuasa banyak janji janji politik yg dilupakan, apaka masih mau 2 periode? #indonesiacallsobservers #INAelectionObserverSOS

@edy_knock12 ha...ha...iki jenenge fanatisme membabi_buta.kata orang jawa 'kuping budek moto picek' udah gk perduli dg kebaikan dan kelebihan orang lain.yang penting dia sukak dg pilihannya, walaupun pilihannya banyak sekali kekurangannya

Ada lagi dari akun kenziereyhan2210. "Melawan rakyat sendiri ,,gmn ini yyaa ,,kekuasaan yg kau punya hanya untuk menindas orang yg menurut anda kecil ,, kita juga tidak bodoh dengan profokasi seperti ini ,,rakyat sendiri kok mau di lawan ,, ancuuuuurrr jok jok !!!!

Dilanjurkan, dein_lampek "Mantap pak jokowi lawan mereka......jokowi 1 periode lagi,semangat terus untuk membangun Indonesia,jokowi pasti menang.

Pertarungan kata-kata dari akun Jokowi begitu panjang. Maka bisa dianalis bahwa sumbernya bisa saja di mulai dari sosmed capres.

Bagaimana dengan Capres 02, Prabowo? Postingan terakhir satu video foto Prabowo bersanding dengan wakilnya, Sandiaga Uno. Covernya, dua pasangan ini sedang "ritual" hormat. Status yang ditulisnya, " Bersama Prabowo-Sandi, Indonesiaku Adil Makmur."
 Sama seperti Capres Jokowi, Capres ini kita ambil sampel foto yang diposting saat dikerumuni massanya. Terlihat Prabowo berada di dalam mobil dengan kap mobil atas terbuka. Prabowo menyapa warganya. Statusnya yang terpasang pada 13 Maret itu cukup simpel dengan  hanya menuliskan, " Terimakasih Batam atas semangat dan sambutannya".



Pada postingan itu, direspon oleh 347,496 postingan oleh netizen. Namun, tetap saja kisruh pendukung tetap terjadi. rudi_kasenda menuliskan," Semangat terus pak Prabowo Indonesia menang bersama Prabowo sandi takbir

Ada akun redistonmalau65, "pilihhhh 02 periodee,,, sya sudah betah dengan pak jokowi pak 😎😎😎😎

realloy_b ditujukan kepada @farid_irawan, " gak usah jadi cenayang,cukup pake akal dan logika yg benner aja udah cukkup mas ..wkwkw 😂😂

farid_irawan membalas @realloy_b;  "iya,.. coba deh buka hati nurani dan akal sehat nya... apalagi yg anda sampaikan “benahi yg belum beres” maka dari itu, 1 periode lagi waktu yg pas untuk benahi yang BELUM beres. BELUM itu, artinya bukan berarti tidak. Belum itu artinya SEDANG dilakukan, dan dalam tahap menuju selesai. Berarti anda sendiri mengakui, bahwa saat ini sedang dalam proses menuju beres. Hahahaha

realloy_b membalas @ketekuk23;  "kalau kamu definisikan indonesia pake kata berat maka secara logika berat badan pak prabowo lebih pas cucok meong untuk memimpin indonesia krna ada tenaganya,jndral pulak..kalau pak jokowi gimana dong ?..saya gk mau ngehina kayak kalian..karna itulah bedanya kalian suporter kubu sebelah dan kubu kami..moonmaap ..sya hnya balikin kalimatmu 😅

Dari keriuhan sosmed inilah, kita mesti waspada bahwa sosmed justru dibombardir oleh kebencian. Sosmed masing-masing capres justru "memancing" netizen tidak sadar telah memperkeruh keadaan. Alangkah bijaknya capres 01 dan 02 untuk stop memposting apapun. Berikan kenyaman netizen untuk tidak saling mengumpat.









Posting Komentar

0 Komentar